
Fiksi adalah sebuah film karya Mouly Surya yang dirilis pada tanggal 19 Juni 2008, Film ini dibintangi antara lain oleh Ladya Cheryl, Donny Alamsyah dan Kinaryosih. Film ini mengisahkan kehidupan di rumah susun di Jakarta yang diwarnai karakter-karakter unik, dilihat dari mata seorang perempuan penuh fantasi, berkecenderungan psikopat yang sedang terobsesi oleh cinta dan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan cintanya tersebut, bahkan dengan menyakiti dan membunuh.
Alisha (Ladya Cheryl) adalah seorang wanita berumur 20 tahun yang mempunyai dunianya sendiri dibalik rumah mewah milik ayahnya (Soultan Saladin) yang sepi. Alisha hanya berinteraksi secara formal dengan pengurus rumah Bu Tuti (Rina Hassim), dan supir sekaligus penjaga pribadi Alisha, Pak Bambang (Egi Fedly). Alisha adalah seorang wanita muda yang menderita tekanan mental akibat masa kecilnya yang terguncang, yaitu saat Alisha menyaksikan Ibu kandungnya (Inong) bunuh diri dengan pistol milik ayahnya yang sebenarnya mau digunakan untuk membunuh istrinya tersebut demi wanita lain. Keahlian Alisha dalam bermain cello menjadi pengusir sepi dan hiburan. Pada suatu hari, seorang pria bernama Bari (Donny Alamsyah) menggantikan seorang pekerja untuk membersihkan kolam renang rumah Alisha. Alisha lambat laun menjadi terobsesi dengan Bari yang dikiranya menyukai patung kelinci kecil seperti dirinya. Saat Bari tidak bekerja, Alisha pergi ke Blok S dan melihat Bari disana. Alisha mengikuti Bari sampai ke sebuah rumah susun. Diketahuilah Bari tinggal di rumah susun, bersama pacarnya Renta (Kinaryosih). Alisha memutuskan untuk pindah ke rumah susun tersebut agar bisa dekat dengan Bari dan Renta.
Kehidupan Alisha di rumah susun dimulai dengan menggunakan nama samarannya, Mia. Perkenalannya dengan Bari dan Renta membuat bibit persahabatan muncul, setiap malam Alisha mendengar suara lenguhan, cinta, marah, dan senang dari kamar Bari dan Renta,ia mengisi hari-harinya dengan kehidupan orang lain. Di sebuah kesempatan, Alisha berbicara kepada Bari mengenai tulisan-tulisan Bari.Bari adalah seorang penulis. Bari mengatakan sumber inspirasi tulisan-tulisannya berasal dari rumah susun yang karakter penghuninya macam-macam. Namun, tulisannya belum sempat diselesaikan karena bingung akan akhir ceritanya. Disitulah Alisha mulai mengaburkan batas antara realita dan fiksi, ia ingin membantu Bari untuk menyelesaikan cerita-cerita, setidaknya ia membantu Bari untuk menemukan ending dari cerita yang tengah dibuat, tetapi sebenarnya Alisha tidak membantunya untuk menemukan ending ceritanya akan tetapi, ia ingin Bari segera terkonsentrasi hanya pada dirinya, terutama ketika ia melihat cerita tentang dirinya, Bari dan Renta.
Tema dari film ini adalah bagaimana susahnya membedakan realita dan khayalan, ketika sebuah khayalan benar-benar memasuki kehidupan nyata. Struktur dari cerita film ini cukup bagus, alurnya tidak monoton, Twist antara alur maju dan alur mundur yang menceritakan tentang kematian ibu Alisha , bunuh diri dengan pistol ayahnya. Begitu banyak simbol, kode, atau penanda, disiapkan secara mendetail baik buat mendeskripsikan karakter para tokoh (terutama Alisha), menjelaskan hubungan antarperistiwa dalam cerita, maupun membangun narasi besar film ini, begitu juga dengan Wardrobe dari para karakter Tokohnya. Sutradara cukup detail memberikan gambaran-gambaran sekilas tentang sifat dari karakter, seperti Alisha yang digambarkan berambut panjang, hitam dan lurus, berpakaian seperti boneka kesayangannya, karena ia mempunyai karakter sangat cinta pada boneka.
Tetapi,masih banyak kekurangan disana-sini, seperti penjiwaan tokoh Bari tidak cukup kuat untuk menyatu dengan tokoh Alisha, Bari jadi lebih banyak kaku dan naif, begitu dengan lighting yang diletakkan pada lokasi, kurang cukup untuk mendukung kesan thriller yang akan dimunculkan oleh sang Sutradara, walaupun musing iringannya sudah cukup bagus. Film ini mendapatkan banyak pengakuan tidak hanya di Indonesia tapi juga dikalangan Internasional, beberapa penghargaan seperti FFI 2008: Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Mouly surya), Skenario Asli Terbaik (Joko Anwar), Musik Pengiring Terbaik (Zeke Khaseli) , JiFFest 2008: Sutradara Terbaik (Mouly surya), Seleksi resmi Pusan International Film Festival 2008 , Seleksi resmi World Film Festival of Bangkok 2008, Sambutan khusus dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival / JAFF 2008.
Moi!
ReplyDeleteSalam Melanchoria..
aku sudah menonton film fiksi ini...
Tokoh utama Alisha memang mengaburkan batas antara realita dan fiksi. simbol dan kode-kodeyg ada dalam film ini memang menarik.. sayangnya masih ada yg belum digarap secara baik..
Film Indonesiamulai banyak permainan psikologinya ya..contohnya Pintu Terlarang..
yes, film indonesia mulai banyak yang smart dengan permainan psikologi. 'Soulmate' itu juga salah satu contohnya :) ..thx for the comment agnes
Delete